Sahabat Informasi

Temukan Pengetahuan Terbaru dan Terpercaya di SahabatInformasi.com

Apa Itu Hangman Paradox?

Hangman Paradox: logika bisa salah, kejutan tetap bisa datang


Sumber: Credit image: rmka.com.au

Hangman Paradox, atau paradoks hukuman gantung, adalah sebuah teka-teki logika yang terkenal. Ceritanya sederhana: seorang narapidana dijatuhi hukuman mati. Hakim berkata, “Eksekusi akan dilakukan minggu depan, antara Senin sampai Jumat. Tapi hari pelaksanaannya akan menjadi kejutan bagimu.”

Mendengar itu, si narapidana mencoba berpikir. Ia merasa bisa menebak kapan ia akan dihukum. Namun, semakin ia menalar, semakin ia yakin bahwa eksekusi itu mustahil dilakukan. Anehnya, pada akhirnya eksekusi tetap terjadi, dan benar-benar mengejutkannya. Di situlah letak paradoks ini.

Daftar Isi

Saddam Hussein
Saddam HusseinSaddam Hussein adalah pemimpin Irak yang berkuasa dari tahun 1979 hingga 2003. Ia terlibat konflik besar dengan Amerika Serikat, termasuk dalam Perang Teluk dan Perang Irak. Setelah ditangkap oleh pasukan AS pada tahun 2003, Saddam diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan karena membunuh ribuan rakyatnya sendiri. Ia dinyatakan bersalah dan akhirnya dihukum mati pada 30 Desember 2006.Author: ReginaSource: sahabatinformasi.com

Narapidana mulai berpikir dari hari Jumat. Menurutnya, eksekusi tidak mungkin dilakukan hari Jumat, karena kalau ia masih hidup sampai Kamis malam, maka ia sudah tahu pasti besok adalah hari Jumat—artinya bukan kejutan lagi.

Kalau Jumat sudah tidak mungkin, maka Kamis juga otomatis tidak mungkin. Sebab, kalau Rabu berakhir tanpa eksekusi, ia bisa menebak Kamis pasti jadi harinya, sehingga bukan kejutan lagi. Ia pun terus menalar mundur hingga akhirnya menyimpulkan: eksekusi tidak akan terjadi sama sekali.

Namun, ternyata eksekusi benar-benar dilakukan hari Rabu siang. Si narapidana kaget, karena ia sudah yakin eksekusi tidak mungkin terjadi. Hakim pun terbukti benar: eksekusi terjadi, dan tetap menjadi sebuah kejutan.

Paradoks ini muncul karena logika narapidana terlihat masuk akal, tapi pada kenyataannya justru salah. Ia terjebak pada cara berpikirnya sendiri.

Hangman Paradox mengajarkan kita bahwa logika tidak selalu mampu menyingkap kenyataan. Narapidana yakin bisa memprediksi masa depannya, tapi ia melupakan fakta bahwa kejutan bisa tetap terjadi meski ia sudah mencoba menebak.

Paradoks ini juga menunjukkan bahwa “kejutan” bukan hal yang bisa dihitung secara pasti. Walaupun seseorang merasa sudah menghilangkan semua kemungkinan, kenyataan bisa tetap datang tak terduga.

Dalam kehidupan sehari-hari, ini mirip dengan orang yang yakin bisa menebak hasil judi atau saham hanya dengan logika. Ia merasa cerdas, tapi pada akhirnya tetap bisa kalah atau terkejut karena kenyataan tidak selalu sesuai hitungan.

Hangman Paradox juga sering dipakai dalam filsafat dan psikologi untuk menunjukkan bahwa manusia sering terjebak dalam pola pikir yang ia buat sendiri. Kita merasa sudah menemukan jawaban pasti, padahal masih ada ruang bagi kejutan.

Walaupun kisahnya tentang hukuman mati, pelajaran dari paradoks ini bisa diterapkan dalam banyak hal. Dalam hukum, ia menggambarkan bagaimana aturan bisa ditafsirkan berbeda-beda oleh orang yang menghadapinya. Dalam psikologi, ia menunjukkan bahwa otak kita kadang menipu diri sendiri dengan logika yang salah.

Dalam hidup sehari-hari, Hangman Paradox adalah pengingat bahwa tidak semua hal bisa diprediksi. Kadang kita berpikir sudah tahu apa yang akan terjadi, tapi kenyataan berkata lain. Justru kejutan itulah yang membuat hidup penuh warna.

Dengan kata lain, paradoks ini adalah cermin: kita boleh merencanakan, menebak, dan menghitung, tapi pada akhirnya selalu ada ruang bagi kejutan yang tak terduga.

Oleh Regina, Jumat, 06 Desember 2024

Related Posts

Wajib Tahu