Sahabat Informasi

Temukan Pengetahuan Terbaru dan Terpercaya di SahabatInformasi.com

Saat Makan Nanas, Sebenarnya Nanas Juga Makan Kita

Bukan cuma kita yang makan nanas—nanas juga ikut “makan” kita balik

Ilustrasi manusia dan nanas saling makan
Ilustrasi manusia dan nanas saling makan
Author: Know The Science
Sumber: @knowthescience3905
Keterangan: Saat kita memakan nanas, ada fenomena unik yang terjadi: nanas makan kita balik, meski tentu saja bukan secara sadar. Nanas mengandung enzim bromelain yang berfungsi memecah protein, sehingga saat bersentuhan dengan lidah, mulut, dan tenggorokan kita, enzim ini mulai mencerna sebagian jaringan protein kita

Pernah nggak, setelah makan nanas, lidah dan bagian dalam mulut terasa gatal, perih, atau seperti terbakar? Banyak orang mengira itu hanya karena rasa asam dari buah tropis ini. Padahal, ada penjelasan ilmiah yang jauh lebih menarik di baliknya.

Nanas ternyata punya senjata rahasia: enzim aktif bernama bromelain. Dan saat kita menggigit potongan nanas segar, buah ini sebenarnya juga sedang “menggigit” balik. Ya, dalam arti biologis, nanas sedang “makan” kita juga.

Daftar Isi

Bromelain adalah enzim proteolitik, yaitu enzim yang tugasnya memecah protein menjadi bagian-bagian kecil. Di dunia kuliner, bromelain sering digunakan untuk mengempukkan daging—karena ia bisa menghancurkan jaringan protein yang membuat daging terasa alot.

Nah, tubuh kita, terutama bagian dalam mulut seperti lidah, pipi, dan gusi, juga terdiri dari jaringan protein. Jadi, ketika kita makan nanas, bromelain langsung aktif dan mulai “mengurai” protein di permukaan jaringan mulut. Inilah yang menyebabkan rasa gatal, perih, atau sensasi seperti terbakar.

Semakin segar dan matang nanasnya, semakin tinggi pula kadar bromelain yang terkandung di dalamnya. Itu sebabnya, makan nanas dalam jumlah banyak bisa membuat mulut terasa tidak nyaman.

Selain digunakan untuk mengempukkan daging, bromelain juga punya manfaat medis. Dalam dosis tertentu, enzim ini digunakan sebagai suplemen untuk membantu pencernaan, meredakan peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka. Bromelain juga dipercaya memiliki efek antiradang dan antinyeri, sehingga sering digunakan dalam terapi alternatif.

Namun, jangan khawatir. Walaupun bromelain bisa “mengurai” protein di mulut, efeknya tidak berbahaya. Begitu nanas masuk ke lambung, enzim ini akan dihancurkan oleh asam lambung dan tidak lagi aktif. Jadi, tubuh kita tetap aman.

Sensasi gatal setelah makan nanas bukanlah hal aneh, melainkan bukti bahwa buah ini punya mekanisme biologis yang unik. Bromelain bukan hanya membuat nanas berguna di dapur dan dunia medis, tapi juga menjadikannya salah satu buah paling “aktif” saat dikonsumsi.

Jadi, lain kali kamu makan nanas dan lidah terasa gatal, ingatlah: itu bukan sekadar reaksi biasa. Itu adalah interaksi kecil antara manusia dan alam—di mana buah tropis yang tampak manis itu ternyata punya cara tersendiri untuk “mengenal” kita.

Oleh Regina, Rabu, 27 Agustus 2025

Related Posts

Kuliner