Daftar Isi
Sugar glider adalah hewan marsupial kecil yang berasal dari Australia, Papua Nugini, dan beberapa bagian Indonesia. Mereka dikenal karena kemampuannya untuk meluncur dari pohon ke pohon, menggunakan membran patagium yang membentang dari pergelangan tangan hingga pergelangan kaki. Di alam liar, sugar glider hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 hingga 12 individu dan biasanya aktif pada malam hari. Mereka mendiami hutan hujan, hutan eukaliptus, dan hutan akasia, di mana mereka mencari makanan seperti getah pohon, nektar, serangga, dan buah-buahan.
Perilaku sugar glider sangat sosial dan mereka membentuk ikatan yang kuat dengan anggota kelompok mereka. Mereka berkomunikasi dengan berbagai suara, seperti panggilan berdecit, gonggongan, dan dengkuran. Sugar glider juga menggunakan penciuman untuk mengenali satu sama lain, menandai wilayah mereka dengan kelenjar bau yang berada di dahi, dada, dan perut. Kehidupan di dalam kelompok memberikan perlindungan dari predator dan membantu dalam pencarian makanan. Di lingkungan rumah, sugar glider memerlukan banyak perhatian dan interaksi sosial dari pemiliknya untuk memastikan mereka tetap bahagia dan sehat.
Ketangkasan sugar glider luar biasa, terutama kemampuan mereka dalam meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya. Dengan menggunakan membran patagium yang membentang dari pergelangan tangan hingga pergelangan kaki, mereka bisa meluncur hingga jarak 50 meter atau lebih. Sugar glider juga sangat lincah dan cepat, mampu melakukan manuver tajam di udara untuk menghindari predator atau mencapai cabang-cabang pohon yang diinginkan. Ketika berada di udara, mereka menggunakan ekor panjang dan tebal mereka sebagai kemudi untuk menjaga keseimbangan dan arah.
Selain ketangkasan meluncur, sugar glider juga sangat cekatan dalam memanjat pohon dan mencari makanan. Kuku mereka yang tajam memungkinkan mereka untuk menggenggam kulit pohon dengan erat, sementara kaki belakang mereka yang kuat memungkinkan mereka untuk melompat dengan akurasi yang tinggi. Dalam mencari makanan, sugar glider dapat menggunakan indera penciumannya yang tajam untuk menemukan sumber nektar, getah, dan serangga yang tersembunyi di antara dedaunan atau di bawah kulit pohon. Kombinasi dari kemampuan meluncur, memanjat, dan berburu yang efisien menjadikan sugar glider sebagai salah satu hewan marsupial yang paling tangguh dan adaptif di habitat aslinya.