Sahabat Informasi

Temukan Pengetahuan Terbaru dan Terpercaya di SahabatInformasi.com

Persentase Kepemilikan Rumah di Jakarta Terendah Se-Indonesia

Jakarta Menempati Posisi Terendah dalam Kepemilikan Rumah di Indonesia

Properti
Properti

Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang berjudul Statistik Kesejahteraan Rakyat 2024, Jakarta mencatatkan jumlah keluarga yang menempati rumah milik sendiri sebagai yang terendah di antara seluruh provinsi di Indonesia. Secara keseluruhan, persentase keluarga di Indonesia yang memiliki rumah sendiri mencapai 84,95 persen. Namun, angka ini sangat kontras dengan Jakarta, di mana hanya 54,44 persen keluarga yang menempati rumah milik sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak keluarga di Jakarta yang masih tinggal di rumah kontrak atau sewa.

Daftar Isi

Publikasi terbaru dari BPS mengungkap bahwa hanya 54,44 persen keluarga di Jakarta yang menempati rumah milik sendiri. Ini adalah persentase terendah dari seluruh 38 provinsi di Indonesia. Tingginya biaya hidup dan keterbatasan lahan mungkin menjadi faktor penyebab utama rendahnya angka kepemilikan rumah di ibu kota.

Tingginya biaya properti di Jakarta membuat banyak keluarga memilih untuk tinggal di rumah kontrak atau sewa. Berdasarkan data, 21,30 persen keluarga di Jakarta tinggal di rumah kontrak atau sewa. Keterbatasan lahan yang tersedia untuk pembangunan rumah juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh warga Jakarta.

Selain itu, 23,08 persen keluarga di Jakarta menempati rumah bebas sewa, dan 1,18 persen tinggal di rumah dinas atau lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan alternatif tempat tinggal selain kepemilikan rumah sangat umum di Jakarta, dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Di sisi lain, provinsi dengan persentase tertinggi keluarga yang memiliki rumah sendiri adalah Papua Pegunungan. Sebanyak 97,14 persen keluarga di Papua Pegunungan memiliki rumah milik sendiri. Angka ini sangat jauh berbeda dengan Jakarta dan menunjukkan disparitas yang signifikan dalam hal kepemilikan rumah antar provinsi di Indonesia.

Provinsi-provinsi lain di Indonesia rata-rata memiliki persentase kepemilikan rumah sendiri yang lebih tinggi dibandingkan Jakarta. Misalnya, di Jawa Barat dan Jawa Timur, persentase keluarga yang memiliki rumah sendiri mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini menunjukkan bahwa faktor geografis dan ekonomi sangat mempengaruhi tingkat kepemilikan rumah di berbagai daerah.

Berdasarkan data ini, bisa dilihat bahwa ada ketidakmerataan dalam akses terhadap kepemilikan rumah di Indonesia. Beberapa provinsi memiliki tingkat kepemilikan rumah yang sangat tinggi, sementara yang lain seperti Jakarta, menghadapi tantangan yang lebih besar dalam hal ini.

Salah satu faktor utama rendahnya kepemilikan rumah di Jakarta adalah tingginya harga properti. Harga tanah dan rumah di ibu kota sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Ini membuat banyak keluarga kesulitan untuk membeli rumah sendiri dan lebih memilih untuk menyewa.

Faktor kedua adalah keterbatasan lahan. Sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki keterbatasan lahan yang signifikan untuk pembangunan perumahan baru. Banyak lahan yang sudah digunakan untuk keperluan komersial dan infrastruktur, sehingga ketersediaan lahan untuk perumahan menjadi sangat terbatas.

Terakhir, mobilitas penduduk yang tinggi di Jakarta juga berkontribusi pada rendahnya kepemilikan rumah. Banyak penduduk yang datang ke Jakarta untuk bekerja dan tidak menetap dalam jangka waktu yang lama. Mereka lebih memilih untuk menyewa rumah karena lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan mereka yang bersifat sementara.

Oleh Regina, Jumat, 25 Oktober 2024

Arsitektur